
Hati adalah tempat lahirnya niat atau hasrat untuk bertindak. Hati juga adalah tempatnya takwa. Dalam sebuah hadisnya, Rasulullah SAW menyatakan "attaqwa hahuna" (takwa itu di sini) seraya menunjuk dadanya. Kita sering mendengar orang mengatakan, "yang penting hatinya baik". Hal itu benar adanya. Karena, Allah SWT pun tidak menilai apa pun dari diri kita kecuali hati dan amalnya. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak menilai bentuk tubuhmu, suaramu, tidak juga rupamu, melainkan Dia menilai hati dan amalmu.
Imam Al-Ghazali mengatakan, penyakit hati yang berupa sifat-sifat buruk dapat diobati dengan cara mengambil sesuatu yang merupakan perlawanannya. "Penyakit bodoh dapat dilenyapkan dengan belajar yang tekun, penyakit kikir dengan bersikap dermawan, penyakit sombong dengan jalan merendahkan hati, penyakit rakus dengan menahan nafsu dari apa-apa yang diinginkannya dengan cara memaksa, demikian seterusnya," demikian resep Al-Ghazali.